Kenali 5 Jenis Layanan Web Hosting Sebelum Membuat Website

  • Riyutek
  • Jul 13, 2022

Setelah Anda Mengenal apa itu hosting dalam sebuah website, selanjutnya adalah mengetahui jenis-jenis layanan web hosting serta mempelajari kelebihan dan kekurangannya agar bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan website yang akan Anda buat.

Saat ini, akibat pandemi, banyak usaha-usaha bisnis yang tumbang karena merasa kaget akibat perubahan pola bisnis yang sangat drastis. Bayangkan, pola transaksi pasar mengalami perubahan hingga usaha-usaha yang belum siap untuk menuju era digital akan gugur bertumbangan. Dan kebutuhan akan hadirnya website sebagai suatu bentuk peralihan menuju era digitalisasi begitu besar. Oleh karena itu, banyak bermunculan layanan-layanan hosting mulai dari yang profesional hingga abal-abal. Dengan menggunakan layanan web hosting yang baik, maka website Anda akan bekerjja secara maksimal.

Jenis-Jenis Layanan Web Hosting yang Perlu Anda Ketahui

 

1. Shared Hosting

Shared hosting merupakan tipe web hosting paling populer dan banyak dipakai oleh para pengguna website karena murah harganya.

Shared hosting merupakan layanan hosting yang digunakan beramai-ramai. Maksudnya adalah dengan shared hosting Anda bisa berbagi server dengan pengguna lain pada provider hosting yang sama. Maksud berbagi server adalah website yang sudah go online di server yang sama akan berbagi resource , memory, computing power dan disk space.

Kelebihan menggunakan Shared Hosting adalah biayanya yang murah dan disk space yang ditawarkan bertingkat. Selain itu, Maintenance dan administrasi server menjadi tugas penyedia Layanan Hosting. Anda akan melihat beberapa paket yang ditawarkan dari mulai PAKET NEWBIE (disk spacenya kecil) hingga PAKET PROFESSIONAL. Shared hosting sangat cocok bagi pemilik website atau blog pemula.

2. VPS Hosting

Jenis Layanan Hosting yang kedua adalah Virtual Private Server atau biasa disebut VPS Hosting. Sebenarnya, jenis ini juga masih berbagi dengan pengguna lainnya. Hanya saja, Anda telah disediakan server sendiri untuk melakukan pembagian sumber daya secara mandiri.

Namun pada VPS Hosting, Anda diperkenankan untuk mengatur dan mengelola secara mandiri. Konsep virtualisasi dari VPS sebenarnya mirip dengan Shared Hosting. Dikarenakan Anda memiliki keleluasaan dalam mengaturnya sendiri,vAnda harus memahami tentang hal teknis di dalam manajemen server. Jika tidak, potensi kerugian akan dirasakan semisal mudah
disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab.

VPS Hosting cocok digunakan oleh website yang trafik pengunjungnya cukup besar. Oleh karena itu, praktis biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan VPS hosting cukup besar dibanding dengan Shared Hosting. Layanan VPS Hosting biasa digunakan oleh pemilik usaha menengah karena jumlah kunjungan visitor yang cukup tinggi.

3. Cloud Hosting

Semakin banyaknya pengguna internet memungkinkan lalu lintas di
server akan semakin sibuk. Semakin berat pekerjaan server
memungkinkan hosting akan down. Akibatnya, situs Anda tidak bisa
diakses sama sekali.

Kondisi ini biasanya sering dialami oleh pengguna shared hosting yang
mana hosting dibagi ke beberapa pengguna. Hanya saja, ini semua juga
bergantung pada penyedianya. Artinya, jika penyedianya terampil dalam
mengatasi masalah, hosting tetap akan stabil.

Tapi bila Anda khawatir web hosting down, pilihannya adalah cloud
hosting. Prinsip dari hosting ini adalah menyimpan data website ke
dalam beberapa server. Ketika salah satu server down, situs Anda
masih bisa diakses lantaran menggunakan server lainnya.

4. Dedicated Server

Apa itu hosting Dedicated? Ini merupakan layanan hosting yang mana
spacenya hanya digunakan oleh satu klien saja. Memungkinkan hosting
tetap berjalan maksimal meskipun trafficnya mencapai ribuan di tiap
waktu.

Dedicated Server menawarkan kontrol penuh atas server yang digunakan oleh suatu website. Dedicated Server sangat cocok digunakan oleh website-website e-commerce yang jumlah trafik pengunjungnya sangat besar sekali.

Banyak sekali sumber daya yang nantinya bisa dioptimalkan sendiri.
Kemudian, server virtualnya sudah ditangani oleh penyedia layanan.
Jadinya, pemilik website akan banyak memperoleh keuntungan.

Dedicated Server memerlukan ruangan khusus yang dilengkapi oleh pendingin selama 24 jam untuk menjaga temperatur agar mesin servernya tetap stabil. Keunggulan dedicated server adalah Anda bebas melakukan customisasi atau konfigurasi pada server dan Anda tidak perlu berbagi server dengan pengguna lain.

Lalu mana hosting yang cocok untuk blogger pemula?
Berdasarkan pengalaman saya membangun beberapa blog. Untuk awal bisa menggunakan shared hosting terlebih dahulu. Selain murah harganya, pengaturannya pun sangat mudah untuk dipelajari. Malahan tanpa harus kita atur-atur pun sebetulnya blog kita sudah bisa optimal.

Selain shared hosting, bisa juga langsung menggunakan cloud hosting.
Biasanya cloud hosting memang lebih tinggi harganya dibandingkan
shared hosting. Namun, kalau sudah yakin dan serius silahkan gunakan cloud hosting. Shared dan cloud hosting pengaturannya sama saja. Yang
membedakan biasanya kapasitas nya saja.

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli layanan hosting, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara memilih layanan hosting yang tepat untuk website Anda. Nanti akan coba Saya Paparkan lebih mendetail.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *